image

BETERNAK KUMBANG JERMAN



MERAIH SUKSES BERKELANJUTAN
DENGAN SI KUMBANG JERMAN






OLEH
Drs. EFFAN SHOLEH WAHYUDI
Jln. BATANGHARI no. 88 LUMAJANG
Email / YM : eswahyudi@yahoo.com





PENDAHULUAN.

Kumbang Jerman dewasa ini dibudidayakan oleh beberapa peternak sebagai usaha utama dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga , hal ini dilakukan mengingat usaha beternak Kumbang Jerman memberikan sebuah kepastian atas pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan serta jaminan hasil produksi peternak seluruhnya akan ditampung oleh UD. Multi Cahaya Malang sesuai dengan harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi melalui para koordinator di tingkat Kabupaten/ Kota masing – masing sebagaimana kontrak kerjasama antara pihak UD. Multi Cahaya Malang dengan para Koordinator yang diketahui/tercatat di Notaris untuk masing2 Kabupaten / kota dan selanjutnya kontrak kerjasama antara koordinator ditingkat Kabupaten dengan Peternak dampingannya dilakukan oleh Koordinator.
Beternak Kumbang Jerman ini tidak banyak menyita waktu peternak, sehingga peternak masih banyak memiliki waktu luang untuk melaksanakan kegiatan rutin yang telah ada sebelumnya.
Kumbang Jerman dengan hasil produksi berupa Ulat jerman banyak digunakan untuk kebutuhan Manusia khususnya di Negara Thailand, Kambodja, Cina , Malaysia dan Jerman. Disamping itu digunakan pula untuk pakan binatang / ikan peliharaan sepeti burung, ikan arwana, udang, lele dan lain2 serta kebutuhan kosmetik dan campuran pakan ternak lainnya.
Peluang dalam Usaha ternak Kumbang Jerman ini masih sangat terbuka lebar mengingat produksi ulat jerman per minggu di wilayah Jawa Timur belum mencapai 1 ton, padahal kebutuhan per minggu bisa mencapai 10 ton untuk wilayah Jawa Timur saja, belum lagi untuk wilayah lainnya serta kebutuhan eksport.  

BENTUK KERJASAMA

1.      UD. Multi Cahaya Malang menyediakan Kumbang Jerman kepada pihak Koordinator di tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan kebutuhan peternak dampingannya dengan pembayaran tunai sesuai dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya dan diterima di lokasi Koordinator Kabupaten / Kota.
2.      UD. Multi Cahaya Malang berkewajiban menampung seluruh hasil produksi berupa Ulat Jerman dari Koordinator Kabupaten / Kota di Malang dalam keadaan Hidup dan memiliki panjang minimal 4 cm ( lebih kurang berumur 2-3 bulan ) selama 2 tahun masa kontrak berlangsung ataupun ketika masa perpanjangan kontrak berikutnya.
3.      Kapasitas produksi ulat jerman per 7 – 10 hari adalah 1%- 1,05 % dari total kumbang jerman yang ada di Kabupaten / Kota ( jumlah yang dibeli oleh Koordinator untuk peternak dampingannya ), dengan demikian jika terjadi kelebihan produksi dari maksimal kapasitas produksi , maka UD. Multi Cahaya Malang tidak berkewajiban membeli, terkecuali ada penjelasan khusus oleh pihak Koordinator. Demikian sebaliknya jika kapasitas produksi jauh dibawah target, maka pihak koordinator wajib memberikan penjelasan. Pengiriman Kumbang Jerman kepada peternak dampingan adalah tanggung jawab sepenuhnya pihak Koordinator.
4.      Kontrak kerjasama antara Koordinator Kabupaten / Kota dengan Peternak dampingannya berisikan bahwa Kumbang Jerman pada tahap awal berasal dari Koordinator dan penjualan ulat jerman hasil produksi peternak dijual hanya kepada Koordinator Kabupaten / Kota.
5.      Kontrak kerjasama dibuat untuk masa 2 tahun dan diperpanjang setiap 2 tahun sekali, dan pada masa perpanjangan kontrak ke II dan seterusnya peternak tidak lagi harus membeli Kumbang Jerman kepada Koordinator, melainkan peternak akan diberikan pelatihan oleh UD. Multi Cahaya Malang bersama Koordinator Kabupaten / Kota tentang tata cara menghasilkan Kumbang.
6.      Penjualan ulat Jerman dari Peternak hanya kepada Koordinator Kabupaten / Kota dengan harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi, dan dilakukan ditingkat Koordinator Kabupaten / Kota, dan jika ternyata peternak tidak menjual hsil produksinya kepada koordinator tetapi menjualnya kepada pihak lain, maka isi kontrak kerjasama antara koordinator dengan peternak dianggap batal, sehingga Koordinator tidak lagi memiliki kewajiban untuk membeli hasil produksi peternak untuk tahap selanjutnya.
7.      Peternak bertanggung jawab penuh atas kondisi Kumbang Jerman maupun Ulat jerman yang dimilikinya.


BUDI DAYA KUMBANG JERMAN

1.  KEBUTUHAN KOTAK.
Kebutuhan kotak terdapat dua macam, yaitu kotak untuk wadah / tempat Kumbang Jerman dan kotak untuk wadah / tempat Ulat Jermannya. Adapun ukuran kotak untuk tempat Kumbang Jermannya memiliki selisih minimal 2 cm baik panjang maupun lebarnya dari kotak tempat Ulat Jermannya. Artinya jika kotak untuk Ulat Jerman berukuran misalnya 40 x 60 cm, maka ukuran kotak untuk Kumbang Jerman adalah 38 x 58 cm. Hal ini dimaksudkan agar kotak Kumbang dapat masuk kedalam kotak Ulat jermannya. Sedangkan tinggi kotak adalah minimal 12 cm.
Kotak Kumbang yang berukuran 38 x 58 cm dan tinggi 12 cm tersebut biasanya diisi dengan Kumbang Jerman sebanyak maksimal 500 ekor. Dengan demikian  kebutuhan kotak Kumbang Jerman disesuaikan dengan jumlah Kumbang Jerman yang akan diternak.
Adapun contoh Kotak Kumbang Jerman adalah sbb :



Sedangkan kotak Ulat Jerman biasanya berukuran 40 x 60 cm dengan tinggi 12 cm yang terbuat dari papan/ sirap, triplek untuk alasnya serta lakban. Kebutuhan kotak Ulat Jerman ini setiap kotak Kumbang jerman adalah 4 buah untuk setiap panen per 7 – 10 hari. Jika dibuat panenan per 10 hari, maka selama produksi 2 bulan ( 60 hari ) dibutuhkan 60/10 x 4 kotak = 24 buah kotak, setelah kotak ke 24 digunakan, panenan berikutnya sudah menggunakan kotak pertama karena kotak pertama sebanyak 4 kotak sudah harus dijual. Jadi jika peternak akan beternak Kumbang Jerman sebanyak 5 ribu ekor, maka kebutuhan kotak ulatnya adalah 5000/500 ekor x 24 kotak = 240 kotak.



Adapun contoh kotak Ulat jermannya adalah sebagai berikut :



Selanjutnya Kebutuhan kandang / rak untuk masing2 kotak ulat jerman bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan yang akan digunakan. Pada rak kotak ini tinggi setiap ruangan minimal 16 cm, sehingga terdapat sirkulasi udara yang lebih baik. Bahan rak bisa dibuat dari bambu ataupun kayu. Contoh rak adalah sebagai berikut :



2.  PEMISAHAN TELUR KUMBANG JERMAN.

Pemisahan telur kumbang jerman dari kumbang jerman dilakukan minimal 7 s/d. 10 hari produksi, untuk selanjutnya pemisahan telur yang sudah menjadi ulat jerman pada usia 1 bulan, dimana setiap kotak ukuran 40 x 60 cm dibagi menjadi dua kotak, dan pemisahan yang berikutnya ketika ulat jerman telah berusia 2 bulan setiap kotak ulat jerman dibagi menjadi dua kotak lagi.
Untuk setiap kali pemisahan sebaiknya menggunakan alat penyaring / ayakan dengan ukuran yang disesuaikan, dan sedapat mungkin ukuran ulatnya memiliki besar yang sama .


Adapun contoh ayakan yang digunakan untuk pemisahan ulat adalah sbb :


 

3.  PEMBERIAN MAKANAN.
Makanan yang diberikan kepada Kumbang Jerman maupun Ulat Jerman yang utama adalah Polard gandum dan bisa juga ditambahkan Pakan khusus  dengan campuran antara polard gandum berbanding  8 : 1 .Sedangkan sebagai media minumnya diberikan antara lain irisan waluh kuning,wortel, pepaya mentah, ketela pohon, manisah, semangka, melon dan beberapa buah2an yang banyak mengandung air.
Pemberian pakan pada Kumbang jerman minimal diatas kawat ram 1 cm, sehingga kawat ram tertutup dan tidak menimbulkan gesekan dengan kumbang jermannya. Pemberian pakan tambahannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Sedangkan minuman yang terbaik untuk kesehatan Kumbang Jermannya adalah irisan waluh kuning, sedangkan lainnya sekali – kali saja. Untuk pakan ulat jerman yang telah dipisahkan dari Kumbang Jerman maksimal 3 cm dari alas kotak dan minuman yang diberikan tergantung bahan yang ada dengan irisan tipis dan setiap kotak diisi irisan maksimal 8 irisan saja untuk kebutuhan 2 hari, atau kalau dianggap kurang bisa diberikan tambahan secukupnya.
Makanan dianggap telah habis ketika warna makanan sudah terlihat berwarna kehitam-hitaman, berarti itu adalah kotoran ulat jerman, maka perlu ditambahkan makanan di masing-masing kotak dengan 2 ons makanan saja, karena lebih baik menambahkan pada waktu berikutnya daripada kelebihan. Jika dianggap kotoran sudah cukup banyak, maka sebaiknya segera dikurangi dengan cara mengayak kotoran terlebih dahulu dari ulatnya, dan mengembalikan kotoran kedalam kotak dengan maksimal kotoran 2 ons saja. Kotoran ini harus tetap ada pada masing-masing kotak, karena ulat jerman akan merasakan bahwa tempat / kotak yang ditempati ulat adalah habibatnya.

Mengenai kotoran yang sudah tidak digunakan lagi sebaiknya dikumpulkan dalam zak atau media apapun karena pada dasarnya kotoran ulat jerman ini dapat dimanfaatkan untuk media pupuk yang organik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang dimiliki seperti jeruk, padi, cengkeh, bunga dan sebagainya. Adapun gambar pemberian pakan dan minum kumbang jerman maupun ulat jerman adalah sbb :
Kumbang Jerman sedang bertelur.

 
Ulat Jerman Usia 10 hari.
                 
                  Ulat Jerman Usia 1 bulan, siap dipisahkan.

                  Ulat Jerman usia 1,5 bulan, siap dipisahkan.
                 
                  Ulat Jerman usia 2 bulan, siap dijual Minimal panjang 4 cm.
                 
Pakan dasar Kumbang dan Ulat Jerman.
                 
                  Pemberian irisan wortel pada ulat jerman.
4.   
PENGAMANAN KUMBANG DAN ULAT JERMAN.
A.    Rak Kotak Kumbang & Ulat Jerman.
Rak kotak harus diamankan dari semut dengan cara setiap tiang penyangga rak diberikan wadah dibawahnya yang berisikan oli dengan harapan semut tidak naik kedalam kotak kumbang maupun ulat jerman. Binatang lain seperti misalnya tikus harus diwaspadai, sebaiknya gunakan jebakan tikus setiap saat pada tempat-tempat tertentu sehingga sampai tidak ada lagi tikus di lokasi kumbang dan ulat jerman.
B.     Kotak Kumbang & Ulat Jerman.
Kotak Kumbang dan kotak Ulat jerman sebaiknya diberikan penutup berupa kassa plastik dengan harapan cecak tidak masuk, karena cecak juga akan memakan kumbang maupun ulat jerman, dan bahkan cenderung akibat ulah si cecak kumbang banyak yang mati karena dibunuh oleh cecak. Disamping itu perlu juga disetiap kotak kumbang maupun ulat jerman diberikan pelepah / debok pisang gajih disetiap sisi ( kiri dan kanan di dalam kotak )  yang memanjang dengan ukuran 5 s/d. 7 cm panjang 50 cm dalam rangka menjaga kelembaban dan penyerapan panas didalam kotak.
C.     Minuman Kumbang & Ulat Jerman.
Yang perlu diwaspadai adalah kebersihan dari minuman baik kumbang maupun ulat jerman yang berupa buah2an yang diperkirakan mengandung insektisida, oleh karena itu sebaiknya sebelum diberikan kepada kumbang dan ulat jerman harus dicuci bersih terlebih dahulu baru di iris dan diberikan sebagai minuman. Dengan demikian akan dapat mencegah terjadinya kematian pada kumbang maupun ulat jerman.
D.    Sirkulasi Udara.
Sirkulasi udara dalam ruangan tempat beternak seyogyanya cukup bebas, sehingga dapat memberikan temperatur yang jauh lebih normal. Namun demikian perubahan cuaca yang ekstrem saat ini harus pula disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi, misalnya dengan menempatkan alat temperatur untuk mengetahui suhu udara di lokasi dan perlu pula disiapkan alat penggerak udara ( kipas angin ).
E.     Lokasi Kumbang dan Pembesaran Ulat Jerman.
Jika memungkinkan sebaiknya lokasi bertelurnya Kumbang terpisah dengan lokasi pembesaran ulat Jermannya, hal ini sebagai antisipasi jika terdapat virus pada ulat jermannya tidak sampai mengganggu aktivitas kumbang jerman untuk bertelur. Dan pada awal beternak sebaiknya lokasi, rak, kotak kumbang maupun kotak ulat jerman harus steril dari berbagai kemungkinan virus, kuman dan semacamnya dengan cara menyemprot dengan bahan pembunuh kuman yang dianggap baik dan dilakukan sebulan sekali.

5.    ANALISA USAHA BETERNAK KUMBANG JERMAN.
Sebagaimana dijelaskan dimuka bahwa kapasitas produksi kumbang jerman setiap 7 s/d. 10 hari adalah sebesar 1%  s/d. 1,05 % dari jumlah kumbang jerman yang diternak, artinya jika dalam perhitungan  analisa usaha ini dianggap beternak 5.000 ekor kumbang dengan masa hidup 2 tahun , maka kalkulasi investasi dan Proyeksi rugi labanya adalah sebagai berikut :


6.    KESIMPULAN.
Dari uraian tentang “ Meraih Sukses Berkelanjutan Dengan si Kumbang Jerman “ maka dapatlah disimpulkan bahwa :
a.      Kerjasama UD.Multi Cahaya Malang dengan Koordinator ditingkat Kabupaten / Kota terikat dalam sebuah kontrak kerjasama yang dibuat di depan Notaris, sehingga memiliki kekuatan hukum tersendiri untuk menjamin kelangsungan usaha peternak dampingan .
b.      Budidaya Kumbang Jerman tidak banyak menyita waktu,sehingga peternak dapat tetap melaksanakan aktivitas yang dimiliki sebelumnya.
c.       Budidaya Kumbang Jerman tidak memerlukan keahlian khusus bagi peternak, sehingga siapapun dapat beternak dengan nyaman. Dan tidak memerlukan tempat khusus, asalkan ternaungi dari sinar matahari langsung maupun hujan serta sirkulasi udara yang memadai. Disamping itu tidak memiliki aroma yang busuk yang akan menyebabkan terganggunya lingkungan sekitar .
d.      Investasi yang dikeluarkan oleh peternak sudah kembali mulai bulan ke 2 s/d. Bulan 7 , selanjutnya peternak tinggal meraup keuntungan secara terus menerus selama 2 tahun masa kontrak maupun perpanjangan kontrak 2 tahun berikutnya tanpa harus investasi kembali, karena peternak akan diberikan pelatihan khusus bagaimana beternak ulat jerman menjadi Kumbang Jerman yang akan diberikan oleh team UD. Multi Cahaya Malang dan para Koordinator di Kabupaten / Kota masing-masing.
e.       Masa depan Kumbang Jerman dengan hasil produksi Ulat Jerman sangat cerah, mengingat kebutuhan dalam negeri yang sangat besar serta eksport yang sama sekali belum tersentuh oleh pihak manapun. UD. Multi Cahaya Malang telah melakukan terobosan dengan menjajagi eksport ke Negara Malaysia yang diterima secara positif oleh salah satu Pengusaha di Johor Bahru, yang dibuktikan dengan adanya kunjungan ke Malang pada akhir bulan September 2010 dan kunjungan balasan ke Johor Bahru oleh UD. Multi Cahaya Malang pada awal bulan Oktober 2010.

Demikianlah sekilas tentang budidaya Kumbang Jerman, semoga panduan beternak kumbang jerman ( catatan kecil ini ) bermanfaat bagi seluruh peternak yang tergabung dalam kerjasama ini. Kritik dan saran selalu diharapkan dari semua peternak kumbang jerman . Alamat kritik dan saran ke email/ YM. kami : eswahyudi@yahoo.com
Lumajang, 10 Oktober 2010

1 komentar:

zhuned mengatakan...

saya tinggal d bandung jawa barat...dan saat ini saya sdang merintis usha berupa ternak ulat jerman bisa g jika saya minta bimbingan dari anda spy sy mnjadi lbih baik dlam produksi krna saat ini trus terang produksi saya jauh dri hrpan.....mnurut anda mna yg lbih baik antara polar gandum dan dedak padi?????

Posting Komentar